{"id":157,"date":"2018-04-21T00:57:42","date_gmt":"2018-04-20T17:57:42","guid":{"rendered":"http:\/\/helloindonesia.id\/?p=157"},"modified":"2019-10-30T17:17:31","modified_gmt":"2019-10-30T10:17:31","slug":"aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/","title":{"rendered":"Aritmia &#8211; Puisi Karya Wira SetyaNagara"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><b>ARITMIA<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">kini malam terlalu muram bila harus keceritakan padamu<br \/>\nkantuk yang pernah kau tahan untuk mendengar suaraku nyenyak di bunuh waktu<br \/>\nremuk di dalam serabut halus di setiap katup,<br \/>\nyang menandai kesempatan telah tertutup<\/p>\n<p>berdetak dalam detik , berontak dalam cekik<br \/>\ndiorama tanpa irama<br \/>\nkau menempatkan kesabaran begitu tipis di penantian<br \/>\nmencedrai luka yang sedang kujahit sebagai upaya siuman dari rasa sakit<\/p>\n<p>harapan meruncingkan jarum nya<br \/>\nbekerja menyulam takdir bersama kesalahan yang ingin aku perbaiki<br \/>\nagar jantung lancar memompa darah melewati aorta,<br \/>\nmemapah kehendak yang mengatasnamakan cinta<\/p>\n<p>kusut dan berantakan<br \/>\nsatu persatu getir tumbuh di serambi menyekat sirkulasi<br \/>\nmengepung bagai teralis di sekujur pulmonalis<br \/>\nmenhaan karbon dioksida lebih lama di dada<br \/>\nliang batin pun terkoyak tanpa perlawanan<br \/>\nkabar yang kau sampaikan hanya kulihat sebagai beling yang siap menusuk lebih dalam<br \/>\nmenganga dan berdarah<\/p>\n<p class=\"p1\">\nderas kenangan luluh terbilas sebuah pinangan<br \/>\nkau terima keinginan baik dari seorang yang kau sangka baik<br \/>\nbaik bila itu benar baik, tak usah bertanya apa aku masih dalam keadaan baik !!<\/p>\n<p class=\"p1\">anggap saja kemarin hanya buih yang menempel sejenak di benak mu<br \/>\ndi usap pelang menhilang , terhapus tanpa berselang<\/p>\n<p>Menjadi pernah pada akhir nya tetap punah<br \/>\nselamat untuk hati mu yang akan hidup di satu rumah<br \/>\nbiarkan aku kembali berkencan dengan khayalan<\/p>\n<p class=\"p1\">\nbecerita tentang rencana setelah sah<br \/>\npetak bangunan \u2026. pagar di halaman.. posisi jendela<br \/>\nletak pot bunga.. motif sofa\u2026 tebal selimut.. nama anak pertama<br \/>\ndan hal hal yang hampir terjadi lain nya<\/p>\n<p>di nadi ku kini mengalir cemburu<br \/>\nmenhidupi denyut kecewa<br \/>\nmengalun dalam vena yang ennga mengalirkan darah<br \/>\nmenghentikan laju udara dalam sekat paru paru yang terpecah<\/p>\n<p>saat gaun pengantin sudah kau unggah<\/p>\n<p class=\"p1\">dan undangan pun sudah tersebar untuk pesta yang meriah<\/p>\n<p class=\"p1\">maka peryaan lengkaplah sudah<br \/>\ncincinmu tersema jantung terlumat \u2026. !!!!<\/p>\n<p>\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014 <b>Wira Setyanagara<\/b> \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ARITMIA kini malam terlalu muram bila harus keceritakan padamu kantuk yang pernah kau tahan untuk mendengar suaraku nyenyak di bunuh waktu remuk di dalam serabut halus di setiap katup, yang menandai kesempatan telah tertutup berdetak dalam detik , berontak dalam cekik diorama tanpa irama kau menempatkan kesabaran begitu tipis di penantian mencedrai luka yang sedang kujahit sebagai upaya siuman dari rasa sakit harapan meruncingkan jarum nya bekerja menyulam takdir bersama kesalahan yang ingin aku perbaiki agar jantung lancar memompa darah melewati aorta, memapah kehendak yang mengatasnamakan cinta kusut dan berantakan satu persatu getir tumbuh di serambi menyekat sirkulasi mengepung bagai teralis di sekujur pulmonalis menhaan karbon dioksida lebih lama di dada liang batin pun terkoyak tanpa perlawanan kabar yang kau sampaikan hanya kulihat sebagai beling yang siap menusuk lebih dalam menganga dan berdarah deras kenangan luluh terbilas sebuah pinangan kau terima keinginan baik dari seorang yang kau sangka baik baik bila itu benar baik, tak usah bertanya apa aku masih dalam keadaan baik !! anggap saja kemarin hanya buih yang menempel sejenak di benak mu di usap pelang menhilang , terhapus tanpa berselang Menjadi pernah pada akhir nya tetap punah selamat untuk hati mu yang akan hidup di satu rumah biarkan aku kembali berkencan dengan khayalan becerita tentang rencana setelah sah petak bangunan \u2026. pagar di halaman.. posisi jendela letak pot bunga.. motif sofa\u2026 tebal selimut.. nama anak pertama dan hal hal yang hampir terjadi lain nya di nadi ku kini mengalir cemburu menhidupi denyut kecewa mengalun dalam vena yang ennga mengalirkan darah menghentikan laju udara dalam sekat paru paru yang terpecah saat gaun pengantin sudah kau unggah dan undangan pun sudah tersebar untuk pesta yang meriah maka peryaan lengkaplah sudah cincinmu tersema jantung terlumat \u2026. !!!! \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014 Wira Setyanagara \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":158,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[257,5,1,382,61,11],"tags":[57,66],"class_list":["post-157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-helloindonesia","category-indonesia","category-indonesian","category-other","category-pemuda","category-karya-muda","tag-karya","tag-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:locale:alternate\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ARITMIA kini malam terlalu muram bila harus keceritakan padamu kantuk yang pernah kau tahan untuk mendengar suaraku nyenyak di bunuh waktu remuk di dalam serabut halus di setiap katup, yang menandai kesempatan telah tertutup berdetak dalam detik , berontak dalam cekik diorama tanpa irama kau menempatkan kesabaran begitu tipis di penantian mencedrai luka yang sedang kujahit sebagai upaya siuman dari rasa sakit harapan meruncingkan jarum nya bekerja menyulam takdir bersama kesalahan yang ingin aku perbaiki agar jantung lancar memompa darah melewati aorta, memapah kehendak yang mengatasnamakan cinta kusut dan berantakan satu persatu getir tumbuh di serambi menyekat sirkulasi mengepung bagai teralis di sekujur pulmonalis menhaan karbon dioksida lebih lama di dada liang batin pun terkoyak tanpa perlawanan kabar yang kau sampaikan hanya kulihat sebagai beling yang siap menusuk lebih dalam menganga dan berdarah deras kenangan luluh terbilas sebuah pinangan kau terima keinginan baik dari seorang yang kau sangka baik baik bila itu benar baik, tak usah bertanya apa aku masih dalam keadaan baik !! anggap saja kemarin hanya buih yang menempel sejenak di benak mu di usap pelang menhilang , terhapus tanpa berselang Menjadi pernah pada akhir nya tetap punah selamat untuk hati mu yang akan hidup di satu rumah biarkan aku kembali berkencan dengan khayalan becerita tentang rencana setelah sah petak bangunan \u2026. pagar di halaman.. posisi jendela letak pot bunga.. motif sofa\u2026 tebal selimut.. nama anak pertama dan hal hal yang hampir terjadi lain nya di nadi ku kini mengalir cemburu menhidupi denyut kecewa mengalun dalam vena yang ennga mengalirkan darah menghentikan laju udara dalam sekat paru paru yang terpecah saat gaun pengantin sudah kau unggah dan undangan pun sudah tersebar untuk pesta yang meriah maka peryaan lengkaplah sudah cincinmu tersema jantung terlumat \u2026. !!!! \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014 Wira Setyanagara \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hello Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/helloindonesia75\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-20T17:57:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-30T10:17:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2136\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hello Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@HelloIndonesian\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@HelloIndonesian\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hello Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Hello Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4c39154d10aa3e135764d8187f66abe\"},\"headline\":\"Aritmia &#8211; Puisi Karya Wira SetyaNagara\",\"datePublished\":\"2018-04-20T17:57:42+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-30T10:17:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/\"},\"wordCount\":582,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/DSC_0003.jpg\",\"keywords\":[\"karya\",\"puisi\"],\"articleSection\":[\"helloindonesia\",\"Indonesia\",\"Indonesian\",\"Other\",\"Pemuda\",\"Young Works\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/\",\"name\":\"Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/DSC_0003.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-20T17:57:42+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-30T10:17:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/DSC_0003.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/DSC_0003.jpg\",\"width\":3216,\"height\":2136},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aritmia &#8211; Puisi Karya Wira SetyaNagara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/\",\"name\":\"Hello Indonesia\",\"description\":\"The Charm of Indonesia: Nature, Culture, Cuisine, and Latest News\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#organization\",\"name\":\"Hello Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/cropped-cropped-logo_black.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/cropped-cropped-logo_black.png\",\"width\":232,\"height\":90,\"caption\":\"Hello Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/helloindonesia75\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/HelloIndonesian\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/helloindonesia.id_\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@helloindonesia.id_?hl=en\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a4c39154d10aa3e135764d8187f66abe\",\"name\":\"Hello Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hello Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/dwiwinarno.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/helloindonesia.id\\\/en\\\/author\\\/dwiwinarno\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"[:en]Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara[:id]Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara[:] - Hello Indonesia","og_description":"ARITMIA kini malam terlalu muram bila harus keceritakan padamu kantuk yang pernah kau tahan untuk mendengar suaraku nyenyak di bunuh waktu remuk di dalam serabut halus di setiap katup, yang menandai kesempatan telah tertutup berdetak dalam detik , berontak dalam cekik diorama tanpa irama kau menempatkan kesabaran begitu tipis di penantian mencedrai luka yang sedang kujahit sebagai upaya siuman dari rasa sakit harapan meruncingkan jarum nya bekerja menyulam takdir bersama kesalahan yang ingin aku perbaiki agar jantung lancar memompa darah melewati aorta, memapah kehendak yang mengatasnamakan cinta kusut dan berantakan satu persatu getir tumbuh di serambi menyekat sirkulasi mengepung bagai teralis di sekujur pulmonalis menhaan karbon dioksida lebih lama di dada liang batin pun terkoyak tanpa perlawanan kabar yang kau sampaikan hanya kulihat sebagai beling yang siap menusuk lebih dalam menganga dan berdarah deras kenangan luluh terbilas sebuah pinangan kau terima keinginan baik dari seorang yang kau sangka baik baik bila itu benar baik, tak usah bertanya apa aku masih dalam keadaan baik !! anggap saja kemarin hanya buih yang menempel sejenak di benak mu di usap pelang menhilang , terhapus tanpa berselang Menjadi pernah pada akhir nya tetap punah selamat untuk hati mu yang akan hidup di satu rumah biarkan aku kembali berkencan dengan khayalan becerita tentang rencana setelah sah petak bangunan \u2026. pagar di halaman.. posisi jendela letak pot bunga.. motif sofa\u2026 tebal selimut.. nama anak pertama dan hal hal yang hampir terjadi lain nya di nadi ku kini mengalir cemburu menhidupi denyut kecewa mengalun dalam vena yang ennga mengalirkan darah menghentikan laju udara dalam sekat paru paru yang terpecah saat gaun pengantin sudah kau unggah dan undangan pun sudah tersebar untuk pesta yang meriah maka peryaan lengkaplah sudah cincinmu tersema jantung terlumat \u2026. !!!! \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014 Wira Setyanagara \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014","og_url":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/","og_site_name":"Hello Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/helloindonesia75","article_published_time":"2018-04-20T17:57:42+00:00","article_modified_time":"2019-10-30T10:17:31+00:00","og_image":[{"width":3216,"height":2136,"url":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Hello Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@HelloIndonesian","twitter_site":"@HelloIndonesian","twitter_misc":{"Written by":"Hello Indonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/"},"author":{"name":"Hello Indonesia","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#\/schema\/person\/a4c39154d10aa3e135764d8187f66abe"},"headline":"Aritmia &#8211; Puisi Karya Wira SetyaNagara","datePublished":"2018-04-20T17:57:42+00:00","dateModified":"2019-10-30T10:17:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/"},"wordCount":582,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg","keywords":["karya","puisi"],"articleSection":["helloindonesia","Indonesia","Indonesian","Other","Pemuda","Young Works"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/","url":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/","name":"Aritmia - Puisi Karya Wira SetyaNagara","isPartOf":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg","datePublished":"2018-04-20T17:57:42+00:00","dateModified":"2019-10-30T10:17:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#primaryimage","url":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg","contentUrl":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/DSC_0003.jpg","width":3216,"height":2136},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/aritmia-puisi-karya-wira-setyanagara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aritmia &#8211; Puisi Karya Wira SetyaNagara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#website","url":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/","name":"Hello Indonesia","description":"The Charm of Indonesia: Nature, Culture, Cuisine, and Latest News","publisher":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#organization","name":"Hello Indonesia","url":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cropped-cropped-logo_black.png","contentUrl":"https:\/\/helloindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cropped-cropped-logo_black.png","width":232,"height":90,"caption":"Hello Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/helloindonesia75","https:\/\/x.com\/HelloIndonesian","https:\/\/www.instagram.com\/helloindonesia.id_\/","https:\/\/www.threads.com\/@helloindonesia.id_?hl=en"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/#\/schema\/person\/a4c39154d10aa3e135764d8187f66abe","name":"Hello Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d681cc3771dcd3d57b9d20436d230f33330ff7fc055a879c273bfcb10dd645f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hello Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/dwiwinarno.com"],"url":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/author\/dwiwinarno\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/helloindonesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}