Ayam Tangkap, Masakan Tradisional Aceh

Helloindonesia.id – Tak salah jika Anda langsung mengernyitkan dahi begitu mendengar namanya. Ayam Tangkap memang akan membangkitkan rasa penasaran sejak pertama kali Anda mendengarnya. Bisa jadi, melihat tampilannya, Anda akan semakin terbelalak. Saat memesan makanan yang satu ini, yang terhidang adalah potongan-potongan ayam goreng yang tersembunyi dibalik setumpuk dedaunan. Memang disinilah letak keunikan dari hidangan asli daerah Aceh Besar ini.

Ayam Tangkap

Ayam Tangkap adalah daging ayam yang digoreng dan disajikan dengan taburan dedaunan bercampur bawang yang juga telah digoreng. Tetapi dedaunan dalam Ayam Tangkap bukan sembarang dedaunan. Daun yang digunakan adalah campuran daun salam koja yang dalam bahasa lokal disebut ‘Temurui’ dan daun pandan yang dirajang kasar. Perpaduan kedua jenis dedaunan ini dengan cacahan bawang yang digoreng bersama, menciptakan kombinasi aroma yang membangkitkan selera dan citarasa gurih yang nikmat menggoda.

Menurut kelakar seorang pemilik rumah makan, di masa lampau Ayam Tangkap dihidangkan secara insidental saat ada tamu yang datang. Tuan rumah akan segera menangkap seekor ayam dan meraciknya menjadi sepiring besar Ayam Tangkap yang dimakan bersama-sama. Mungkin karena itulah, orang kemudian menyebut masakan ini Ayam Tangkap. Terlepas dari kebenaran kisah tersebut, Ayam Tangkap memang cocok untuk disajikan saat acara makan bersama.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah dedaunan yang menutupi potongan-potongan ayam ini bisa dimakan? Menurut penuturan salah satu penggemar Ayam Tangkap, itu tergantung selera Anda. Dilidah sebagian orang, dedaunan yang digoreng hingga renyah ini memang enak juga untuk disantap sebagai cemilan ataupun bersama nasi. Dalam proses pemasakannya, dedaunan ini memang bukan sekedar asesoris semata. Campuran daun temurui, pandan dan bawang ini digoreng tepat sebelum menggoreng ayam, sehingga aroma dan citarasa yang terkandung ikut menyerap ke dalam daging ayam.

Referensi: www.indonesiakaya.com
Kunjugni Juga: https://www.touristinasia.com/

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.