Batombe, Berbalas Pantun Sumatera Barat

Helloindonesia.id – Indonesia sangat terkenal adalah negara sastra, kenapa bisa begitu. karena banyak berbagai daerah yang mempunyai karya sastra atau budaya sastra sendiri. salah satu nya yang sangat berpengaruh adalah budaya melayu di provinsi sumatra. dan kali ini kita akan membahas tradisi berbalas pantun “batombe” di sumatera barat.

Batombe

Bukan hanya menyimpan kekayaan budaya dan kuliner yang luar biasa. Sumatera Barat juga menyumpan kesenian yang menarik dan memiliki keunikan tersendiri. Penciptaannya tidak lepas dari proses budaya dan tradisi adat istiadat setempat. Selain unik, kesenian tersebut juga memiliki makna dan sejarah yang dalam bagi masyarakat Sumatera Barat.

Bila Anda berkunjung ke Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat, terdapat kesenian Batombe yang menjadi kesenian daerah setempat. Kesenian yang satu ini memang unik karena secara tidak sengaja tercipta mengingat kesenian ini pertamakali dimainkan untuk menghibur dan memberi semangat pada masyarakat yang sedang bergotong royong membuat Rumah Gadang. 

Kesenian Batombe diawali dengan pembacaan pantun pembukaan oleh seorang datuk. Para pemain lalu memasuki arena dan membuat lingkaran. Pemain terdiri dari 10 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. 12 diantaranya bergerak menari membentuk garis linkaran. Sementara 1 lainnya menari di dalam lingkaran. 

Kesenian Batombe diiringi dengan irama musik yang ceria. Alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari gendang dan talempong. Keduanya dimainkan dengan cepat mengikuti irama tarian dan nyanyian yang dibawakan para pemain batombe. Keceriaan tarian semakin memacu adrenalin dan semangat sehingga pada bagian akhir, yang menyaksikan biasanya bergabung dan ikut menari bersama-sama. 

Keceriaan musik serta tarian dalam kesenian batombe semakin meriah dengan pakaian yang digunakan para penari. Para penari menggunakan pakaian khusus menyerupai pemain randai atau silat. Warna pakaian pun semarak dan bervariasi mulai dari warna merah, hijau, kuning, dan hitam. Kepala para penari juga biasanya dilengkapi dengan ikat kepala warna kuning keemasan. 

Pada awalnya, tradisi kesenian batombe bermula dari tradisi membangun Rumah Gadang. Konon, masyarakat Nagari Abai masih sangat sunyi dan diselimuti beragam ancaman mulai dari beragam satrwa liar serta cuaca. Oleh karenanya masyarakat berinisiatif untuk membangun Rumah Gadang yang dapat ditempati bersama-sama. 

Sejak keputusan tersebut, masyarakat mulai membangun rumah Gadang bersama. Namun ternyata masyarakat mulai penat dan jenuh membangun Rumah Gadang tersebut. Melihat hal tersebut, sebagian orang memiliki ide untuk memberi semangat dengan menyanyikan panton, menari serta memainkan alat musik. Para pekerja pun kembali semangat dan menyelesaikan pembangunan Rumah Gadang tersebut. 

Kesenian Batombe memang terbilang unik. Beberapa tradisi berawal dari kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan seperti menyembelih kambing atau domba. Hal ini dipertahankan demi menjaga nilai luhur dari kebiasaan tersebut. Sebagai seni budaya serta tradisi bangsa, masyarakat juga tetap mempertahankan salah satu kekayaan budaya Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.