Bunker Gunung Padang jejak maritim jepang di Minangkabau

Gunung Padang Bunker

Helloindonesia.id – Gunung Padang tidak hanya memiliki panorama yang indah dan kisah cinta tragis Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Kawasan wisata ini juga melacak keberadaan pasukan pendudukan Jepang di Minangkabau di era Perang Dunia II. Daerah ini dikelilingi oleh bunker yang merupakan bagian dari pusat pertahanan teritorial Jepang di wilayah pantai barat Sumatera. Bunker adalah daya tarik utama dari tanah riwayat perjalanan Minangkabau milik.

Gunung Padang Bunker
Gunung Padang Bunker

Gunung Padang merupakan sebuah bukit kecil dengan ketinggian puncak sekitar 80 meter di atas permukaan laut dan terletak di sisi selatan dari kota Padang. bukit ini berada di seberang Sungai Batang Arau dan Siti Nurbaya dihubungkan oleh jembatan ke pusat kota. Komunitas bernama Gunung Padang Padang karena bukit ini adalah titik tertinggi di sekitar pusat kota. Karena ketinggian ini, pasukan pendudukan Jepang membuat pusat pertahanan strategis mereka di Padang.

Dari pusat kota Padang, kita akan menyeberangi jembatan Siti Nurbaya untuk sampai ke pintu gerbang kawasan wisata Gunung Padang. Dari pintu gerbang, kita hanya bisa membeli tiket ke meja dikelola oleh masyarakat setempat. booth penjaga juga dapat membantu Anda menemukan panduan jika kami butuhkan. Kehadiran buku ini akan membantu untuk menunjukkan kepada kita lokasi bunker dihiasi di sekitar wilayah tersebut. Kami juga dapat menjelajahi berbagai macam informasi dan cerita tentang kawasan Gunung Padang dan bagian menarik layak capture kami.

Dari pintu gerbang, kita akan turun jalan untuk naik ke atas atau sekitar 15 sampai 30 menit berkendara. Di sisi kiri dari jejak bahwa kita akan menemukan bunker peninggalan Jepang. Sepanjang jalan menuju puncak ada tiga poin bunker. Salah satunya, memiliki meriam dengan laras panjang sekitar 4 meter. Di puncak ada 4 bunker lain titik lainnya tersebar di bagian selatan dan barat.

Visit too: http://balitraveldiary.com

Baca juga

https://helloindonesia.id/id/the-long-history-of-tor-tor-dance/2286/indonesian/