Masjid Patimburak, Masjid Tertua di Papua

masjid patimburak hello indonesia

Helloindonesia.idSejarah islam di indonesia sangat banyak, islam masuk ke indonesia pada masa khalifah dan menyebar ke seluruh nusantara. islam masuk ke nusantara dengan damai tanpa permusuhan sehingga di lihat dari sejarah perkembangan nya pun sangat pesat.

masjid patimburak hello indonesia
masjid patimburak hello indonesia

salah satu contoh peradaban islam dari segi arsitekru atau bangunan yang masih tertinggal hingga saat ini adalah masjid. salah satu nya adalah masjdi patimburak di papua, masjid yang menurut orang adalah masjid tertuan di papua, hal ini menunjukan bahwa penyebaran islam sangat cepat dan damai di seluruh nusantara.

Menurut perkiraan, Masjid Tua Patimburak berdiri sejak tahun 1870. Bangunan berusia satu setengah abad ini mungkin merupakan masjid tertua di Papua. Masjid ini menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Bumi Cendrawasih.

Meski sudah berusia tua, bangunan masjid yang terletak di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat ini masih tampak kokoh. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Al Yasin, didirikan oleh seorang imam bernama Abuhari Kilian. Ia mendapat tugas dari Kesultanan Ternate untuk menyebarkan agama Islam di Papua.

Baca juga :

https://helloindonesia.id/id/pemakaman-mayat-unik-di-desa-truyan-bali/327/indonesian/

Arsitekturnya unik, perpaduan antara gaya Jawa dan Eropa. Itu sebabnya, jika dilihat sekilas dari luar, bangunan ini mirip dengan gereja di Eropa masa lampau. Sementara interior masjid ini mirip dengan bangunan khas Jawa.

Bangunan Masjid Tua Patimburak ditunjang oleh 4 tiang utama seperti struktur bangunan Jawa. Sampai sekarang, tiang-tiang kayu penyangga masjid ini masih asli dan kondisinya masih kokoh.

Bangunan masjid berbentuk segi enam, melambangkan rukun iman sebagai fondasi dalam beragama. Alas kubahnya bersegi delapan, melambangkan 8 arah mata angin. Salah satu arah mata angin ditandai sebagai Mihrab, merujuk pada kiblat sebagai arah shalat.

Masjid Tua Patimburak pernah beberapa kali renovasi. Namun, perbaikan yang dilakukan tidak mengubah bentuk asli bangunan yang juga dikenal dengan nama Masjid Wertuer. Bedug penanda waktu shalat yang pertama dimiliki masjid ini juga masih ada.

Keberadaan Masjid Tua Patimburak menjadi simbol kerukunan dan toleransi masyarakat Papua. Konon, masjid tua ini dibangun secara bergotong royong, baik oleh kaum Muslim maupun Nasrani. Masjid Tua Patimburak menjadi wujud dari filosofi masyarakat Papua, “satu tungku tiga batu.”

Semboyan tersebut merupakan pandangan masyarakat setempat dalam menjaga keharmonisan dalam keberagaman. sungguh indah nusantqara ini bagaiman toleransi terbaik hidup di negeri ini. dimana seluruh umat beragama bebas menganut agama mereka masing masing. jadi mari kita jaga seluruh kerukunan dan keharmonisan yang sudah ada. sebagai rakyat yang berbakti pada negara jaga agama masing masing tetap berkeluarga dalam negara tetapi dalam akidah masing masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.