Sape, Alat Musik Pengiring Tari-tarian Masyarakat Dayak

Sape Dayak

Helloindonesia.id – Bila dilihat sekilas, alat musik ini mirip dengan gitar. Cara memainkannya pun sama-sama dipetik. Inilah sape, alat musik tradisional Kalimantan Timur yang banyak digunakan untuk mengiringi acara-acara hajatan masyarakat Suku Dayak.

Sape Dayak
Sape Dayak

Sape biasa dimainkan untuk mengiringi berbagai tari khas Dayak pada perayaan-perayaan kesenian yang penuh dengan kegembiraan. Tidak hanya itu. Konon alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi proses pengobatan seseorang yang terserang penyakit.

Alat musik yang terbuat dari kayu adau dan kayu kita ini memiliki dawai antara empat sampai enam. Selain itu, ada pula sape yang berdawai dua. Sape jenis ini disebut sape karaang. Sape karaang biasa digunakan untuk mengiringi tari-tari yang memiliki gerakan menghentak.

Nada yang dihasilkan dari alat musik yang tersebar di wilayah Samarinda, Malinau, dan Kutai Barat ini, dapat terbagi menjadi dua yakni tubunsitun dan sakpakok. Nada tubunsitun biasanya memiliki tempo yang lambat dan menghasilkan nada yang khas. Sementara, sakpakok memiliki nada yang lebih cepat dan dinamis. [Tauhid/IndonesiaKaya]

Indonesiakaya.com