Indonesian

Ilabulo, Kudapan Khas Gorontalo

Apa itu Ilabulo ?

Jika berkunjung dan berwisata di Gorontalo. Kita akan dijumpai salah satu kuliner asal Gorontalo yang serupa dengan pepes. Bahkan orang yang melihatnya pun akan mengira bahwa ini adalah pepes. Kudapan satu ini memiliki nama yakni ilabulo, yang merupakan salah satu cemilan khas Gorontalo. Bentuknya yang panjang dan sedikit agak padat mampu menyerupai layaknya pepes di jawa. Dan satu hal lagi yang membuat kudapan ini semakin mirip dengan pepes adalah pembungkusnya yang menggunakan daun pisang. Hal inilah yang membuat Ilabulo serupa dengan pepes. Walau begitu tak perlu khawatir, meski luarnya tampak seperti pepes namun memiliki perbedaan pada bagian isinya. 

Menikmati Kelezatan Ilabulo

Ketika kudapan ini dibuka, maka isinya akan jelas berbeda dengan pepes di jawa. Jika pada umumnya pepes di jawa berisi ikan, lain halnya dengan Ilabulo. Makanan ini terbuat dari campuran sagu yang telah diberi bumbu-bumbu khas untuk menambah cita rasa lezat dari sagu. Kemudian ditambahkan dengan jeroan daging dan telur ayam sebagai isi dari kudapan ini. Ketika mencicipinya, kudapan ini memiliki tekstur sedikit kenyal dan pedas yang menambah cita rasa Ilabulo. 

Aroma Khas Ilabulo

Ilabulo hadir memberikan keistimewaan dari kuliner lain, yang berbahan dasar sagu pada umumnya. Olahan kudapan ini, memiliki pembungkus dari daun pisang yang digunakan untuk membungkus adonan Ilabulo. Tak hanya sebagai pembungkus, namun hal tersebut bertujuan untuk menambah aroma pada kudapan ini. Proses penyajiannya pun terdapat dua cara yang biasa dijumpai, yakni bisa dibakar diatas tungku atau dikukus. Walau berbeda penyajian, namun keduanya tetap terjamin dengan cita rasa yang istimewa.

Dimana Banyak Dijumpai ?

Kudapan ini banyak ditemukan oleh pedagang yang menjualnya di sekitar Jalan Diponegoro, Kota Gorontalo. Ketika membeli kudapan khas gorontalo ini untuk dijadikan buah tangan, anda tak perlu khawatir masalah basi. Kudapan Ilabulo dapat bertahan dua hingga tiga hari tanpa menggunakan lemari pendingin. Tak hanya itu, saat menjelang bulan ramadhan tiba, Ilabulo banyak dicari oleh masyarakat sekitar. Saat hendak disajikan, aroma sedap ilabulo yang baru diangkat dari tempat pembakaran mampu menggugah perut dan selera makan bertambah naik. Saking sedapnya aroma Ilabulo banyak diserbu.

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago