Indonesian

Bambu Gila, Permainan Budaya Maluku

Permainan Tradisional adalah jenis permainan dari zaman dahulu yang memiliki beragam jenis yang dimainkan. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas permainannya sendiri. Salah satunya terdapat di wilayah Maluku. Sebuah permainan tradisional yang sudah menjadi tradisi di tanah Maluku. Namun tak sembarang orang dapat memainkannya. Namanya adalah Bambu Gila yang memiliki nama asli Baramasewel. 

Permainan ini telah ada sebelum tersebarnya agama Islam dan Kristen di Maluku. Permainan ini sangat unik dan berbeda dengan permainan pada umumnya. Keunikan permainan ini terletak pada aura mistis yang sangat kental dalam permainannya. 

Mengenal Permainan Bambu Gila

Cara memainkan bambu gila cukup mudah. Para pemain hanya memeluk bambu dan menahan laju bambu yang membuat tubuh pemain akan bergoncangan sesuai keinginan pawang. Sebelum dapat dimainkan, Bambu Gila akan diberi asap kemenyan terlebih dahulu oleh sang pawang. Pawang inilah yang akan membawa kemenyan menggunakan wadah tempurung kelapa. Kemudian, asap kemenyan akan dimasukkan ke dalam bilahan bambu. Nah, dari proses inilah yang membedakan dari permainan pada umumnya. 

Pemberian kemenyan tersebut adalah salah satu proses terpenting sebelum permainan dimulai. Proses inilah yang menjadi upaya untuk mengundang aura gaib agar masuk ke dalam bambu dan menggerakkan bambu tersebut. Ketika sang pawang berhasil memasukkan kemenyan tersebut, bambu akan bergerak dengan sendirinya. Konon, semakin keras bunyian musik akan semakin menggila gerak bambu tersebut hingga menggoncangkan para pemain. 

Disepanjang permainan sang pawang akan terus membacakan mantra-mantra “hai baramasuwel”, Hingga bambu tersebut terus bergerak dan akan berhenti ketika sang pawang memerintahkannya untuk berhenti. 

Pasalnya, Para pemain bambu gila ini adalah orang-orang terpilih dan tak sembarang orang dapat memainkannya. Jumlah pemain umumnya terdapat 7 orang pemain. Tak hanya itu, para pemain diharuskan telanjang dada dan memakai atribut serba merah, termasuk celana dan ikat kepala. Sedangkan bambunya sendiri, bukan dari sembarang bambu. Melainkan, menggunakan bambu yang diambil dari hutan dan telah melalui proses ritual. Bambu yang dipakai memiliki panjang sekitar 3 meter atau lebih. Kemudian ujung kedua bambu tersebut akan diikatkan dengan kain dan diperlakukan secara khusus. 

Begitulah permainan tradisi Nusantara yang berasal dari tanah Maluku. Bambu gila namanya, sebuah permainan sumber dari kebudayaan Maluku yang sangat kental dengan aura mistisnya. [ZA]

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago