Indonesian

Danau Dendam Tak Sudah dari Bengkulu

Helloindonesia.id – Dari namanya, bisa diterka bahwa danau yang terletak di wilayah kecamatan Teluk Segara, Selebar, Gading Cempaka ( Kota Bengkulu ) dan Kecamatan Talang Empat ( Kabupaten Bengkulu Utara ) ini memiliki kisah tragis di baliknya. Diyakini, danau yang berada di lahan seluas 112,2 hektar ini terkait dengan legenda sepasang muda mudi yang bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam danau karena hubungan cinta mereka yang tidak mendapatkan restu orangtua sang gadis.

Dendam Tak Sudah Lake in Bengkulu

Berbeda dengan legenda yang banyak dipercaya masyarakat, sebuah cerita lain yang beredar disebutkan bahwa pada masa Belanda, danau ini dibuat dan supaya lebih tertata. Namun sayang setelah merdeka pembangunannya kemudian terbengkalai. Danau ini selain sebagai kawasan wisata juga dipergunakan sebagai kawasan konservasi yang melindungi berbagai keragaman hayati, sumber air untuk irigasi, daerah cadangan air, dan juga sebagai media pembelajaran alam untuk kepentingan ilmiah.

Keragaman hayati di danau ini terlihat dari banyaknya flora dan fauna di kawasan danau. Tercatat anggrek pensil, anggrek matahari, seperti anggrek matahari, bakung, nipah, pulai, ambacang rawa, terentang, plawi, brosong, gelam, pakis dan sikeduduk tercatat mendiami kawasan danau ini. Sementara itu, berbagai fauna yang ditemukan di sini antara lain kera ekor panjang, lutung, burung kutilang, babi hutan, ular phyton, siamang, siput dan berbagai jenis ikan termasuk ikan langka seperti kebakung dan palau.

Danau ini juga cocok dijadikan pilihan kawasan rekreasi, selain harga retribusinya yang hanya Rp 1.500,00 per orang, disini juga terdapat beberapa pondok yang menawarkan berbagai jenis makanan diantaranya makanan khas Bengkulu seperti perut punai, lempuk dan juga kue Tat. Untuk menjangkau lokasi danau ini, Anda bisa menempuh perjalanan sejauh 5 km dari pusat kota Bengkulu menggunakan angkutan umum melalui terminal Panorama.

Visit too: https://balitraveldiary.com/

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago