Indonesian

Pulau Kembang, Pulaunya Para Kera

Helloindonesia.id – Pertama kali mendengar kata Pulau kembang yang terbayang di kepala adalah sebuah pulau yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis bunga. Penasaran apakah pulau ini benar-benar memiliki beragam macam tanaman? Terletak di sebelah barat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Pulau Kembang ditetapkan sebagai salah satu hutan wisata. Pulau Kembang yang termasuk di dalam wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala ternyata merupakan habitat bagi kera berekor panjang (monyet). Konon katanya pun apabila pengunjung sedang beruntung juga dapat melihat kemunculan kera berwarna putih.

Kawasan Pulau Kembang berjarak sekitar 1,5 km dari Kota Banjarmasin dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu klotok sewaan. Sekitar 15 menit lamanya menyebrang dari dermaga, pengunjung akan langsung disambut dengan kera-kera yang lincah dan sangat agresif. Biaya memasuki Pulau Kembang dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah/ orangnya.

Konon cerita dahulu kala, Pulau Kembang berasal dari Kapal Inggris yang dihancurkan oleh orang Biaju pada tahun 1750-an atas perintah Sultan Banjar dan kemudian puing bekas kehancuran kapal tersebut ditumbuhi pepohonan dan berevolusi menjadi sebuah pulau yang didiami oleh sekelompok kera. Dan konon katanya pula kelompok kera tersebut dimpimpin oleh seekor kera yang sangat besar dan berwarna putih.

Bagi para pengunjung Pulau Kembang dapat membeli sebungkus kacang yang dijualkan di depan gerbang wisata agar menarik perhatian kera dan dapat melihat lebih dekat kera-kera tersebut. Di dalam kawasan hutan wisata ini juga terdapat sebuah altar berlambangkan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (hanoman), yang diperuntukkan sebagai tempat untuk meletakkan sesai bagi para ‘penjaga’ pulau Kembang. Ingin merasakan sensasi berada di tengah-tengah gerombolan kera? Cobalah berkunjung ke Pulau Kembang di Banjarmasin ini.

Sumber : indonesiakaya.com

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago