Indonesian

Kakao Indonesia Menyumbang 13 Persen Produksi Dunia

Helloindonesia.id – Berasal dari Amerika Selatan, (kawasan Indian Aztec), kakao dibawa ke Indonesia dan tumbuh dengan baik. Seperti kopi, kakao Indonesia berkembang dalam cita rasa maupun dalam keekonomiannya.

Produksi dan konsumsi cokelat dunia yang cenderung stabil, mendorong perkembangan ekonomi cokelat Indonesia berkembang ke seluruh dunia. Di dalam negeri, kakao juga mendorong keanekaragaman penganan yang tercermin dalam tumbuhnya jenis dan jumlah cokelat produksi.

Budi daya bahan utama pembuatan cokelat ini meliputi tak hanya perkebunan skala besar, melainkan juga menjadi perkebunan tumpang sari oleh masyarakat pedesaan di hampir seluruh Indonesia. Kakao yang tumbuh baik di Indonesia berkat sinar matahari, curah hujan dan kelembapan yang cocok membuat hampir berbagai kalangan ekonomi pedesaan membudidayakan kakao.

Kakao Indonesia setidaknya memberikan sumbangan pada produksi dunia hampir sebesar 13 persen. Indonesia sendiri adalah negara penghasil kakao nomor 3 di dunia, setelah Pantai gading dan Ghana.

Sayangnya, selama ini sebagian besar kakao diekspor dalam bentuk biji kering sehingga nilai tambahnya bagi perekonomian masih sedikit. Namun, dengan tumbuhnya kota-kota besar, serta beragamnya produk berbasis cokelat, kebutuhan mengenai pengolahan kakao kering dan pembuatan pasta menjadi semakin tumbuh. Saat ini, sudah tampak adanya peningkatan perhatian pada sisi pengolahan kakao, yaitu cokelat.

Di Indonesia tumbuh produk-produk yang memakai bukan hanya kakao Indonesia melainkan juga daya cipta Indonesia. Di kota-kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta, muncul produk cokelat murni atau dengan variasi ragam rasa atau yang dipakai pada roti semakin diminati.

Hal ini patut mendapat penghargaan tinggi dengan melihat bahwa kakao dan produknya amat terbuka pada kreasi. Alhasil, menghadirkan Nusantara melalui cokelat menjadi lebih berkembang dan tak sekadar mengekspornya dalam bentuk biji kering ataupun curah.

Cokelat juga menjadi produk dan cenderamata yang menunjuk pada kekhasan daerah-daerah kakao tertentu. Para perajin cokelat menunjuk dari mana cokelat berasal. Sulawesi menjadi tempat budidaya kakao besar, diikuti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Bali, Kalimantan, Maluku, serta Papua.

Also Read

https://helloindonesia.id/id/durian-indonesian-unique-fruit/1112/indonesian/
Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago