Indonesian

Menengok Keindahan Danau Tebat Gheban

Helloindonesia.id – Diapit oleh Gunung Dempo dan Bukit Barisan menjadikan Pagaralam sebagai kabupaten di Sumatera Selatan yang mempunyai banyak objek wisata alam menawan. Apalagi lokasinya yang berada pada ketinggian antara 400-3000 mdpl, membuat kabupaten penghasil kopi robusta unggulan ini memiliki suhu yang sejuk dan asri di kala siang.

Tebat Gheban

Selain terkenal dengan curug dan wisata pegunungan, Pagaralam juga menyimpan keindahan lain, yaitu berupa danau. Salah satu danau yang paling banyak dikenal masyarakat Pagaralam adalah Tebat Gheban. Berjarak sekitar 7 km dari pusat Kota Pagaralam, Tebat atau sepadan dengan kata danau dalam bahasa Indonesia ini menyimpan keindahan lain dari eksotika bumi besemah.

Secara umum, Tebat Gheban merupakan danau alami yang mempunyai luas sekitar 3 hektar dengan kedalaman mencapai 12 meter. Menjelang sore, danau ini akan diramaikan oleh para penggila olahraga memancing. Para pemancing akan berjejer di sepanjangan bantaran danau lengkap dengan peralatan memancing mereka. Zafran salah seorang pemancing menuturkan, ikan mujaer merupakan ikan yang kerap menjadi sasaran para pemancing.

Selain aktivitas memancing, pemandangan lain yang bisa ditemukan di Tebat Gheban adalah aktivitas para penambak udang. Sore hari merupakan jadwal mereka untuk mengambil jala yang sebelumnya sudah terpasang. Jala berbentuk unik yang biasa disebut tangkul ini akan menjaring udang.

Keunikan danau ini

Selain ikan, di Tebat Gheban juga banyak terdapat udang. Udang hasil tangkapan para nelayan itu selanjutnya akan dijual, namun jika hasil yang didapat hanya sedikit, udang tersebut hanya akan menjadi konsumsi pribadi. Muhtar, salah seorang penangkap udang di Tebat Gheban mengungkapkan, tiap taun hasil tangkapan udangnya berkurang, hal ini dikarenakan banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang suka membuang sampah ke danau.

Dikelilingi pepohonan cemara, Tebat Gheban mempunyai pemandangan yang indah, di sore hari cahaya matahari akan berpendar di atas airnya yang mengalir tenang, sementara suara burung saling bersahut-sahutan dari atas pohon. Tidak heran jika sore hari banyak orang yang berdatangan untuk sekadar menikmati suasana, atau untuk berolahraga dengan berlari mengitari danau pada jalan setapak.

Visit too : http://balitraveldiary.com

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago