Indonesian

Lontong Sayur khas Medan

Helloindonesia.id – Secara implisit, salah satu kuliner yang selalu menjadi incaran oleh wisatawan atau pendatang baru setiap berkunjung ke kota Medan adalah Lontong. Tetapi tidak sesederhana itu untuk berhenti di warung nasi acak di kota, setidaknya untuk kita. Tidak semua outlet menyediakan kue beras pagi yang rasanya benar-benar luar biasa. Dan secara pribadi, tidak semua outlet menyediakan kue beras yang cocok dengan lidah saya.

RIce Cake

Cake RIce Mungkin, lauk yang digunakan untuk melengkapi kue beras Ayin tidak jauh berbeda dari kebanyakan kue beras sayur. Sayuran Nangka, Tauco, Keripik Kentang, Saus Kentang, Cabai, dan Cabai Merah adalah lauk pauk yang juga bisa Anda temukan di tempat lain. Bukan masalah karena barang-barang di atas bukanlah pahlawan utamanya. Apa yang membuat makanan ini istimewa adalah … Saus tanpa santan terasa sangat ringan. Jelas rasanya ringan karena rasa gurih yang sangat kuat dalam santan, tentu saja Anda tidak akan menemukannya di sini.

Kita bahkan dapat menambahkan beberapa porsi kue beras dan masih dapat menikmatinya dengan nyaman dan santai. Tentu saja, mereka tidak akan memberitahu bahan “rahasia” dan kami menghormatinya. Kue beras yang digunakan juga terasa lembut tapi keras, tidak lengket dan tidak terlalu lunak. Bagi saya, itu tepat. Ada satu tip yang bisa kami sampaikan untuk Anda yang ingin mencoba Lontong Ayin. Anda dapat menikmati lontong ini tanpa santan sebelum pukul 3.
 Mengapa? Karena jamnya sudah habis. Ha ha ha! # recehmodeon … Faktanya, Toko Beras Ayin menjual dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore.

Lontong Tanpa Santan – Favorit Baru dari Ayin Rice Shop 7 Terletak sejajar dengan Rumah Sakit Materna di Jalan Teuku Umar, Kedai Nasi Ayin cukup mudah ditemukan. Bagi Anda yang baru pertama kali ke Medan, Jalan Teuku Umar hanya bisa dilewati dari Jalan Pengacara. Beralih dari Jalan Zainul Arifin hanya akan membuat dompet Anda terkuras oleh angka: D.

Baca Juga

https://helloindonesia.id/id/martabak-medan-special-food-in-north-sumatra/2308/indonesian/
Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago