Indonesian

Rambut Monte, Wisata Alam dan Budaya di Kabupaten Blitar

Helloindonesia.id – Rambut Monte merupakan sebuah kawasan wisata berupa telaga, petilasan, dan candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Berada di lereng Gunung Kawi, destinasi wisata ini menawarkan keindahan alam yang menyejukkan.

Rambut Monte

Objek wisata ini terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Blitar. Jaraknya sekitar 30 km dari Kota Blitar, bisa ditempuh dalam 40-60 menit dengan kendaraan bermotor. Di sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan hijaunya hamparan perkebunan teh Bantaran yang indah.

Saat kita memasuki kawasan ini, tempat pertama yang kita jumpai adalah candi. Berukuran kecil dan tersusun dari batu andesit, bangunan Candi Rambut Monte sudah tidak utuh lagi.

Di samping candi, terdapat arca lingga yoni sebagai lambang kesuburan. Suasana sakral terasa di tempat ini. Bekas dupa dan taburan bunga menjadi tanda peninggalan ini sering digunakan sebagai tempat meditasi.

Di bawah candi terdapat telaga yang menjadi andalan kawasan wisata ini. Telaga tersebut menjadi habitat ikan-ikan sengkaring, jenis ikan yang termasuk dalam kategori purba. Warga sekitar menyebut ikan-ikan berwarna kelabu kecokelatan dan bersisik tegas itu  sebagai ikan dewa. Ikan itu dianggap keramat sehingga tidak boleh diambil atau dipancing.

Pengunjung juga tidak diperkenankan berenang di dalam telaga yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat itu. Bagi pengunjung yang ingin berenang disediakan kolam terpisah.

Kawasan ini dikenal sebagai petilasan dari Mbah Rambut Monte, leluhur desa setempat. Konon, sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat di sana itu masih keturunan dari Kerajaan Majapahit. Untuk menghormatinya, secara turun-temurun dilaksanakan tradisi bersih desa di kawasan Petilasan Rambut Monte.

Baca Juga

https://helloindonesia.id/id/togean-islands-central-sulawesi-underwater-beauty/1457/indonesian/
Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago