Indonesian

Panorama keren puncak Ampangan di kaki gunung Sago

Helloindonesia.id – Kontur daerah yang bergelombang menjadikan anugerah tersendiri bagi Kota Payakumbuh. Keindahan panorama alam banyak tersaji di sekitar kota terbesar ketiga di Provinsi Sumatera Barat ini. Salah satu diantaranya adalah panorama Ampangan yang terletak di Kenagarian Aur Kuning, Kelurahan Ampangan, Payakumbuh Selatan.

Ampangan Peak

Dikelilingi suasana alam yang hijau nan asri, objek yang berada di kaki Gunung Sago ini menjadi pelarian yang tepat dari segala kepenatan rutinitas sehari-hari masyarakat perkotaan.

Kawasan wisata ini sebenarnya hanyalah sebuah lapangan biasa yang berada tepat di Puncak Bukit Ampangan. Akan tetapi, posisinya yang berada di ketinggian sekitar 650 mdpl membuat lapangan ini memiliki pemandangan yang istimewa.

Ketinggian tersebut memberi rentang pandangan yang cukup luas ke daerah dataran rendah yang berada di sekitarnya, khususnya wilayah di sebelah utara yang tak lain adalah pusat Kota Payakumbuh. Tidak mengherankan, jika hal ini membuat Puncak Ampangan menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan Kota Payakumbuh.

Posisinya yang strategis membuat puncak ini menyimpan kisah historis yang luar biasa. Disebutkan, kawasan ini dahulu memiliki peran vital dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI, khususnya pada periode agresi militer Belanda II (1948-1949). Di masa itu, pemerintahan RI dialihkan sementara ke Bukittinggi di bawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara.

Pada masa itu, daerah di selatan Payakumbuh menjadi salah satu pusat pertahanan bagi kekuatan militer Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Selain menikmati pemandangan, Puncak Ampangan juga menjadi tempat yang cocok untuk berbagai aktivitas rekreasi alam. Jalan aspal yang menanjak dan berkelok-kelok menjadi tempat yang cocok untuk bersepeda gunung atau trekking.

Bagi mereka yang tenaganya sedikit terbatas, ada rute alternatif melalui jalan setapak bertangga dengan jarak yang lebih singkat. Bagi mereka yang menginginkan sensasi petualangan alam terbuka yang lebih menantang, di Puncak Ampangan, pengunjung dapat mencoba mendirikan tenda dan bermalam sambil menikmati pemandangan Kota Payakumbuh yang dihiasi kelap-kelip lampu di waktu malam.

Visit too: http://balitraveldiary.com/

Baca Juga

https://helloindonesia.id/id/rendang-runtiah-deliciously-processed-spicy-meat-from-payakumbuh/2620/indonesian/
Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago