Indonesian

Tari Piriang Suluah dari Padang Panjang

Helloindonesia.id – Keseharian masyarakat petani di Padang Panjang pada masa lalu tidak dapat dilepaskan dari suluh atau suluah. Suluh merupakan suatu alat penerangan tradisional yang berbahan bakar minyak tanah. Alat ini digunakan oleh masyarakat petani di pelosok Minangkabau untuk menerangi aktivitas mereka di malam hari.

Piriang Suluah Dance

Pada siang hari, para petani beraktivitas di persawahan hingga petang. Saat kumandang adzan maghrib tiba, berduyun-duyun mereka pergi ke surau untuk beribadah dan mengkaji ilmu agama di bawah cahaya redup suluh yang mendampingi mereka.

Hiruk pikuk aktivitas para petani ini menjadi inspirasi bagi para seniman tari piring asal Padang Panjang untuk menciptakan sebuah tari kreasi baru. Tarian yang diberi nama tari piring suluh (piriang suluah) ini merupakan pengembangan dari tari piring klasik yang merupakan salah satu jenis tari tradisional paling populer dari Minangkabau.

Hal yang membedakan dari tari piriang suluah adalah unsur gerak koreografi yang lebih kaya karena adanya tema yang dimasukkan. Tema kehidupan masyarakat petani tersebut seakan melengkapi aksi akrobatik menegangkan yang menjadi ciri khas dalam tari piring klasik.

Gerakan tari ini memvisualisasikan berbagai aktivitas para petani saat sedang mengolah lahan persawahannya. Di antara aktivitas tersebut antara lain, meniti pematang, menebang alang-alang, menyiangi jerami, mengikat kerbau dan menghalau burung.

Selain itu, digambarkan pula bagaimana para petani tradisional juga mempelajari bela diri pencak silat atau silek Minangkabau. Dengan gerakan yang lincah dan gesit, para penari menampilkan berbagai aktivitas tersebut sambil tidak berhenti memainkan piring di kedua tangannya.

Sulit dipungkiri, sumber daya tarik utama tarian ini terletak pada aksi akrobatik yang dipertontonkan oleh para pemainnya. Permainan mancak dan keterampilan memainkan piring memang menjadi sumber estetika tersendiri dari sebuah tari piring.

Diantara adegan tersebut adalah saat sang penari utama memainkan piring di kedua tangannya sambil meletakkan sebuah suluh diatas kepalanya. Selain itu, adegan menegangkan lainnya adalah saat para pemain menari berkeliling melalui lintasan pijakan dari deretan piring.

Selanjutnya, sebagian piring dipecahkan dalam suatu wadah besar dan seorang pemain akan menari sambil melompat dengan lincah diatas pecahan piring tersebut.

Visit too : Benefit from the Advantageous Prices of a Villa Ubud Bali

Baca Juga

https://helloindonesia.id/id/the-story-of-the-death-of-husein-bin-ali-in-tabuik/2480/indonesian/
Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago