Indonesian

Bermain di Taman Kota Palangkaraya

Helloindonesia.id – Taman kota merupakan salah satu tempat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai area untuk bersantai atau sekedar berkumpul bersama teman atau keluarga. Sayangnya, banyak taman kota di Indonesia yang kondisinya tidak terawatt dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Di Kota Palangkaraya yang merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Tengah tedapat sebuah taman kota yang kondisinya masih terawat hingga saat ini. Taman Kota Palangkarqaya merupakan salah satu pilihan favorit bagi masyarakat Kota Palangkaraya ataupun para pendatang yang berkunjung ke kota yang dirancang langsung oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno ini untuk menghabiskan waktu luang mereka.

Palangkaraya Park

Lokasi dari Taman Kota Palangkaraya yang juga mempunyai sebutan lain yaitu Taman Perjuangan ini berdekatan dengan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Hampir setengah bagian dari taman kota ini dibatasi oleh benteng yang didesain dengan relief-relief yang menunjukkan perjuangan masyarakat Palangkaraya dalam merebut kemerdekaan bagi Negara Indonesia. Selain relief-relief perjuangan masyarakat Palangkaraya sebagai penghias taman kota, di taman ini pula terdapat relief yang merepresentasikan Sumpah Pemuda dimana terdapat lima orang yang berasal dari suku yang berbeda di Indonesia yang saling berpegangan. Selain sebagai tempat bersantai, Taman Kota Palangkaraya juga dijadikan sebagai tempat berkumpul bagi beberapa komunitas seperti komunitas pecinta sepedan dan juga sebagai tempat belajar bagi para mahasiswa dan pelajar dari sekitar Kota Palangkaraya. Kota Palangkaraya dulunya disiapkan Presiden Soekarno untuk menjadi Ibu Kota Indonesia. Selain taman kota, Palangkaraya juga memiliki tugu Soekarno yang menjadi tempat peletakan batu pertama sebagai tanda dari pembangunan Kota Palangkaraya.

Pagi dan sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati suasana dari Taman Kota Palangkaraya. Setelah puas bermain dan bersantai di taman kota ini, para pengunjung juga dapat mengunjungi sebuah trademark dari kota ini yakni Sungai Kahayan. Di atas sungai ini terdapat sebuah jembatan yang membentang panjang menghubungkan dua wilayah yang dibelah oleh sungai tersebut. Sungai Kahayan sangat pas dikunjungi pada saat menjelang senja sambil menunggu matahari terbenam.

Read too

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago