Indonesian

Martabak Acau 89 Khas Bangka Belitung

Helloindonesia.id – Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bangka tapi tidak mencoba kuliner yang satu ini. Martabak Bangka menjadi makanan wajib yang harus dinikmati jika berkunjung ke daerah yang terkenal sebagai daerah yang kaya akan timah ini. Salah satu penjual martabak yang terkenal di sini adalah Martabak Acau 89.

Martabak Acau

Lokasi Martabak Acau

Martabak Acau 89 yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 9, Bangka, ini sudah buka sejak Agustus 1989. Aneka jenis martabak manis tersedia di sini. Mulai dari martabak kacang cokelat, pisang, kismis, hingga keju bisa dipilih sesuai selera yang diinginkan.

Rasanya yang manis dan tekstur martabak yang lembut saat masuk ke mulut menjadikan Martabak Acau terasa begitu nikmat. Pengunjung pun akan seperti terhipnotis dengan kelezatan martabak dan tidak mau berhenti untuk menikmatinya. Satu porsi martabak yang dijual di sini dihargai mulai dari Rp17.000 hingga Rp38.000.

Bagi penyuka rasa gurih, Martabak Acau juga memiliki martabak telur yang tidak kalah enaknya dengan martabak manis. Jenis martabak telur yang ditawarkan di sini juga tidak sembarangan. Martabak telur spesial dengan double keju menjadi yang paling istimewa di Martabak Acau. Banyaknya keju yang disajikan dalam martabak membuat makanan terasa sangat lezat dan nikmat saat dicicipi.

Menu Lain Martabak Acau

Menu lain yang patut dicoba adalah martabak jagung. Martabak ini jarang ditemui di kota-kota lainnya. Karenanya, ketika berkunjung ke toko martabak ini, martabak jagung menjadi salah satu pilihan yang patut dicoba.

Martabak Acau

Martabak Acau juga cukup terkenal di kalangan selebriti. Mulai dari Sandra Dewi hingga Bondan Winarno pernah mencicipi kelezatan martabak ini. Martabak Acau buka mulai jam 13.00 hingga 22.00 WIB.

Menurut Minto, putra Bapak Acau yang mendirikan martabak legendaris ini, dalam sehari Martabak Acau bisa menjual sekitar 200 loyang martabak. Sementara pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Natal, jumlah pembeli akan meningkat. “Kebanyakan pembeli menyukai martabak manis,” jelas Minto yang sehari-hari ikut membuat martabak di kios usahanya ini.

Visit too: http://balitraveldiary.com/

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago