[:en]The Unique Burial Tradition in Trunyan Village, Bali[:]
Desa Trunyan di Bali memiliki tradisi pemakaman yang sangat unik dan berbeda dari kebanyakan daerah lain di Indonesia. Di desa ini, jenazah tidak dikuburkan seperti biasanya, tetapi diletakkan secara terbuka di atas tanah, di bawah pohon besar yang disebut Taru Menyan. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dijaga hingga kini oleh masyarakat setempat.
Adat Desa Trunyan membagi lokasi pemakaman menjadi tiga jenis sesuai dengan penyebab kematian:
Pohon Taru Menyan adalah kunci dari tradisi pemakaman ini. Nama “Taru” berarti pohon dan “Menyan” berarti harum. Pohon ini dipercaya mampu menetralisir bau busuk dari jenazah yang diletakkan di sekitarnya. Meski tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini, masyarakat setempat yakin bahwa pohon inilah yang membuat area pemakaman tidak berbau menyengat.
Nama “Trunyan” diyakini berasal dari gabungan kata Taru dan Menyan. Masyarakat setempat menyebutkan bahwa bau harum pohon tersebut pernah memenuhi desa, bahkan membuat warga pilek karena terlalu menyengat. Untuk meredam bau tersebut, akhirnya area di sekitar pohon dijadikan tempat pemakaman.
Kunjungi juga : http://balitraveldiary.com/
Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…
Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…
Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…
Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…
Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…