Indonesian

Pulut Nasi, Menu Sarapan Bercita Rasa Gurih-Pedas dari Kutai

Helloindonesia.id – Seperti halnya daerah lain di nusantara, masyarakat Kutai memiliki sajian khas untuk bersantap di pagi hari. Ada beragam jenis jajak (jajanan pasar) yang biasa menjadi menu sarapan khas warga Kutai. Kesemua jajak tersebut memiliki rasa yang berbeda, mulai dari manis, gurih, hingga pedas. Salah satu di antara jajak yang menjadi menu favorit untuk sarapan adalah pulut nasi. Penganan ini terbuat dari beras dengan tekstur lembut serta memiliki cita rasa gurih-pedas.

Melihat tampilannya, bentuk pulut nasi terlihat seperti bebongko – jenis jajak lain dari Kutai. Pulut nasi dibungkus dengan daun pisang yang dilipat ke tengah dari kedua sisinya. Untuk merapatkan lipatan daun pisang, disematkan sebatang lidi di bagian tengah.

Saat bungkus daun pisang dibuka, akan terlihat bagian isi. Melihat isi di dalam bungkusan, penganan ini terlihat seperti arem-arem atau lontong. Seperti halnya arem-arem dan lontong, pulut nasi pun terbuat dari nasi. Hanya saja, teksturnya lebih lunak. Nasi yang menjadi bagian isi pulut nasi dicampur dengan santan yang mengental dan tidak diberi isian seperti ragout atau sayur mayur.

Pulut nasi memang berbahan dasar beras dan santan yang dibumbui sedikit garam. Santan yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu santan kental dan santan encer. Ketiga bahan ini dibungkus daun pisang lalu dikukus selama dua jam. Selama proses pengukusan ini, santan encer akan terserap ke dalam beras, sementara santan kental akan semakin mengental, sehingga terbentuk tekstur nasi yang memadat diliputi dengan ‘saus’ santan yang putih dan kental.

Pulut nasi memiliki rasa asin-gurih yang samar, sehingga kurang lengkap jika tidak disajikan dengan siraman sambal kacang yang khas. Sambal kacang ini terdiri dari cabai merah, cabai rawit, kacang tanah sangrai yang dihaluskan, dengan tambahan sedikit garam. Sebelum disajikan, semua bahan tersebut digoreng sebentar. Sambal kacang ini menambahkan rasa pedas sekaligus memperkuat rasa gurihnya. Pulut nasi bisa dijumpai selepas subuh di sekitar jemba

Source : Indonesiakaya.com

Hello Indonesia

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago