Budaya

Merariq: Tradisi Pernikahan Unik dari Lombok

Indonesia kaya akan adat dan tradisi yang unik. Salah satu yang menarik perhatian adalah upacara adat Merariq dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai budaya suku Sasak yang kental dan sarat makna.

Lokasi Asal Tradisi Upacara adat Merariq Lombok

Pulau Lombok terletak di antara Pulau Bali dan Sumbawa, dipisahkan oleh Selat Lombok di barat dan Selat Alas di timur. Pulau ini memiliki bentuk yang relatif bulat dengan “ekor” di bagian tenggara dan luas sekitar 5.435 km². Pusat administratif dan kota terbesarnya adalah Kota Mataram.

Baca juga: Tradisi Bau Nyale di Lombok

Apa Itu Merariq?

Merariq berasal dari bahasa Sasak yang berarti “menikah”. Namun, prosesnya tak seperti pernikahan biasa. Dalam tradisi ini, pihak laki-laki “menculik” calon mempelai perempuan secara sembunyi-sembunyi yang tentu saja telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak keluarga.

Keesokan harinya, akan dilangsungkan prosesi ijab kabul sebagai pengesahan pernikahan. Meskipun terlihat seperti penculikan, prosesi ini sarat dengan simbol dan etika yang diatur oleh masyarakat adat.

Perbedaan Merariq dan Memaling

Dalam masyarakat Sasak, istilah merariq sering disamakan dengan memaling (menculik). Namun, keduanya berbeda secara esensial. Merariq dilakukan atas dasar kesepakatan dan dijalankan sesuai dengan aturan adat yang disebut awiq-awiq. Sementara memaling memiliki konotasi negatif dan dilakukan tanpa persetujuan.

Makna Filosofis di Balik Upacara adat Merariq Lombok

Kata merariq merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Sasak: me yang berarti “silakan” atau “ayo”, dan berari yang berarti “berlari”. Secara bebas, merariq bisa dimaknai sebagai ajakan untuk “berlari bersama”, simbol dari dua insan yang siap membina rumah tangga.

Kunjungi Juga : http://balitraveldiary.com/

Hello Indonesia

View Comments

Recent Posts

Evolusi Kopi Nusantara: Dari Kebun Menuju Gaya Hidup Urban

Dahulu, kopi mungkin hanya identik dengan minuman pagi para orang tua di teras rumah. Disajikan…

2 bulan ago

Nikmatnya Abon Gulung Manokwari, Oleh-oleh Ikonik dari Papua Barat

Abon Gulung merupakan primadona kuliner dari Manokwari, Papua Barat. Roti ini bukan sekadar camilan biasa…

5 bulan ago

Tari Magasa: Simbol Kerukunan dan Persatuan Suku Arfak di Papua Barat

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama dalam seni tari. Salah satu yang paling…

5 bulan ago

Hari Trikora: Sejarah, Tujuan, dan Makna

Hari Trikora diperingati setiap 19 Desember sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Trikora…

6 bulan ago

Danau Anggi Papua Barat – Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Danau Anggi Papua Barat merupakan salah satu destinasi alam eksotis yang terletak di kawasan Pegunungan…

6 bulan ago

Tari Wutukala: Ekspresi Syukur Nelayan Papua yang Sarat Nilai Budaya

Tari Wutukala merupakan salah satu tarian tradisional khas Papua Barat yang berasal dari wilayah pesisir…

6 bulan ago