Setiap tanggal 22 Juli, Indonesia memperingati Hari Bhakti Adhyaksa sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi Kejaksaan Republik Indonesia. Momen ini menjadi pengingat pentingnya peran jaksa dalam menegakkan hukum, menjaga keadilan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sejarah Hari Bhakti Adhyaksa
Hari ini pertama kali diperingati pada tahun 1961, bertepatan dengan berdirinya Kejaksaan sebagai lembaga yang berdiri sendiri, terpisah dari Departemen Kehakiman. Penetapan tanggal 22 Juli sebagai Hari Bhakti Adhyaksa merujuk pada tanggal keluarnya Keputusan Presiden RI Nomor 204/1960 tentang pemisahan lembaga Kejaksaan dari Departemen Kehakiman.
Sejak saat itu, tanggal 22 Juli setiap tahunnya menjadi ajang refleksi dan evaluasi terhadap kinerja kejaksaan dalam menegakkan supremasi hukum.
Makna dan Tujuan Peringatan
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga mengandung semangat pembaruan. Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk:
- Meningkatkan integritas dan profesionalitas para jaksa,
- Mendorong reformasi di bidang hukum dan keadilan,
- Memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Setiap tahunnya, Kejaksaan Agung RI menetapkan tema khusus yang menjadi fokus kegiatan selama peringatan berlangsung. Tema ini biasanya mencerminkan komitmen jaksa dalam memberikan pelayanan hukum yang adil dan transparan.
Peringatan di Seluruh Indonesia
Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati Hari Bhakti Adhyaksa, seperti:
- Upacara bendera di kantor kejaksaan,
- Bakti sosial dan pelayanan hukum gratis,
- Seminar dan diskusi hukum terbuka,
- Lomba kreatif bagi pelajar dan masyarakat umum.
Melalui peringatan ini, Kejaksaan RI ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan memperlihatkan bahwa hukum bisa menjadi alat yang humanis dan berpihak pada kebenaran.
Kunjungi juga : http://balitraveldiary.com/






