Mengintip Keunikan Rumah Adat Khas Banjar, Kalimantan Selatan
helloindonesia - Indonesia - Indonesian - Arsitektur - Budaya - Kalimantan Selatan - Kalimantan

Rumah Adat Banjar Warisan Budaya Kalimantan Selatan

Helloindonesia.id – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan arsitektur tradisional. Salah satu kekayaan budaya tersebut dapat ditemukan di Kalimantan Selatan, tepatnya pada rumah adat khas suku Banjar. Rumah-rumah ini tidak hanya unik dari segi bentuk, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah dan filosofi budaya.

Cagar Budaya Teluk Selong: Menyimpan Rumah Adat Legendaris

Bagi Anda yang ingin menjelajahi budaya lokal, Cagar Budaya Teluk Selong di Desa Telok Selong, Kabupaten Banjar, adalah tempat yang patut dikunjungi. Di kawasan ini masih berdiri dua rumah adat Banjar yang telah berusia lebih dari 150 tahun dan masih dihuni oleh keturunan pemilik aslinya. Kedua rumah tersebut adalah:

  • Rumah Bubungan Tinggi
  • Rumah Gajah Baliku

Rumah Bubungan Tinggi: Simbol Status dan Keagungan

Ciri Arsitektur

Rumah Bubungan Tinggi dikenal sebagai rumah adat paling prestisius di antara jenis rumah Banjar lainnya. Dahulu, rumah ini digunakan sebagai kediaman raja atau bangsawan. Bagian atap utamanya yang tinggi disebut “bubungan tinggi”, menjulang di tengah-tengah struktur bangunan.

Struktur Atap

  • Atap Pisang Sasikat: Menutupi bagian anjung kanan dan kiri.
  • Atap Sindang Langit: Terletak di bagian depan bubungan tinggi.
  • Atap Hambin Awan: Terletak di bagian belakang bubungan tinggi.

Kombinasi struktur ini menjadikan Rumah Bubungan Tinggi sebagai ikon arsitektur Banjar yang paling dikenal hingga saat ini.

Rumah Gajah Baliku: Elegan dan Simetris

Perbedaan dengan Bubungan Tinggi

Meski sekilas mirip dengan Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Gajah Baliku memiliki perbedaan pada tata ruang, khususnya di bagian Ruang Paluaran (ruang tamu). Pada rumah ini, lantai ruang tamu dibuat datar tanpa jenjang, berbeda dengan Rumah Bubungan Tinggi yang berjenjang untuk menunjukkan hirarki sosial.

Atap dan Ruang Tambahan

  • Atap Gajah (atap perisai): Digunakan di bagian depan tanpa atap Sindang Langit.
  • Ambin Sayup: Sebutan untuk ruang tamu dengan lantai datar.
  • Anjung Kanan dan Kiri: Tetap menggunakan atap Pisang Sasikat.

Rumah ini mencerminkan kesederhanaan dalam struktur, namun tetap mempertahankan nilai estetika khas Banjar.

Cara Menuju Lokasi Rumah Adat Banjar

Cagar Budaya Teluk Selong terletak sekitar:

  • 4 km dari arah timur Kota Banjarmasin
  • 3,2 km dari pusat Kota Martapura

Anda bisa mengikuti rute dari Banjarmasin ke Martapura, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Telok Selong. Untuk informasi lebih akurat, jangan ragu bertanya kepada warga sekitar.

Harga Tiket Masuk dan Donasi

Mengunjungi situs rumah adat ini tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, pengunjung dianjurkan untuk:

  • Mengisi buku tamu
  • Memberikan donasi sukarela untuk mendukung pelestarian bangunan bersejarah ini

Pelestarian rumah adat seperti ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Kunjungi juga : http://balitraveldiary.com/