Di tengah beragam kuliner khas Indonesia, ada satu makanan tradisional yang unik dan mungkin tidak terbayangkan sebelumnya Ampo, Tradisi Ampo Tuban adalah camilan yang terbuat dari tanah liat murni. Tradisi ini berasal dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Apa Itu Ampo?
Ampo adalah camilan tradisional yang terbuat dari tanah liat tanpa campuran bahan lain. Dalam bahasa Jawa, tanah liat dikenal dengan sebutan lempung. Tradisi makan tanah ini juga disebut geofagi, sebuah kebiasaan yang tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di beberapa wilayah tropis lainnya di dunia.
Ampo biasanya dikonsumsi sebagai makanan ringan dan diyakini memiliki manfaat kesehatan. Di Tuban, camilan ini populer di kalangan wanita hamil yang sedang mengidam. Walau terdengar aneh, Ampo tetap bertahan sebagai bagian dari warisan budaya lokal.
Mitos dan Kepercayaan Tentang Ampo
Di balik keunikannya, Ampo menyimpan sejumlah mitos. Masyarakat Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, meyakini bahwa mengonsumsi Ampo dapat menguatkan sistem pencernaan. Bahkan, sebagian orang percaya bahwa tanah liat ini dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit.
Namun, benarkah tanah bisa memberi manfaat kesehatan? Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat dari sudut pandang ilmiah dan medis.
Manfaat Mengonsumsi Tanah Liat
Beberapa studi menyebutkan bahwa tanah liat steril memiliki kemampuan untuk mengikat mikroba, patogen, dan virus dalam sistem pencernaan. Efek ini serupa dengan penggunaan masker lumpur untuk usus, yang membantu memberikan rasa nyaman di perut dan melindungi tubuh dari infeksi.
Risiko Konsumsi Tanah Liat
Meski ada manfaat, konsumsi tanah liat juga memiliki risiko. Tanah yang terkontaminasi kotoran hewan atau manusia dapat mengandung telur parasit, seperti cacing gelang, yang berbahaya bagi kesehatan. Risiko lain termasuk:
- Infeksi cacing pada anak-anak
- Kerusakan enamel gigi
- Masuknya bakteri berbahaya
- Penyumbatan usus
- Risiko tertular tetanus
Namun, masyarakat Tuban memahami bahaya ini dan menerapkan proses pemanggangan untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Proses Pembuatan Ampo
Pembuatan Ampo cukup sederhana namun memerlukan perhatian khusus terhadap jenis tanah yang digunakan. Berikut langkah-langkahnya:
- Pilih tanah liat berkualitas yang lembut, tidak berpasir, dan bebas kerikil.
- Campurkan tanah dengan air sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan kalis (tidak lengket).
- Adonan dibentuk kotak lalu ditumbuk dengan alat kayu.
- Tanah dikikis menggunakan pisau bambu hingga membentuk serutan panjang seperti stik wafer sepanjang 6–8 cm.
- Serutan tanah kemudian diasapi di atas tungku kayu bakar menggunakan periuk tanah liat.
Proses ini menghasilkan Ampo yang siap dikonsumsi sebagai camilan.
Kesimpulan
Tradisi makan tanah liat di Tuban menunjukkan betapa kaya dan uniknya budaya kuliner Nusantara. Meski terdengar tak biasa, Ampo telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat selama bertahun-tahun. Dengan proses pembuatan yang tepat, Ampo bukan hanya camilan tradisional, tapi juga cerminan kearifan lokal yang patut dilestarikan.
Kunjungi juga : http://balitraveldiary.com/






